Rabu, 16 Maret 2016

Tim Jaguar Depok (Penjaga Gangguan dan Antikerusuhan)




TIMSUS JAGUAR – Saat ini aksi kejahatan marak di Kota Depok. Untuk mengantisipasi hal itu, Polresta Depok membentuk Tim Khusus Penjaga Gangguan dan Antikerusuhan (Jaguar). Tugas tim elite ini difokuskan mengungkap dan menangkap pelaku kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau begal motor. Tiap anggota tim ini dilengkapi senjata laras panjang.
Aksi kejahatan di Kota Depok terus terjadi. Bahkan, belakangan di daerah ini aksi begal atau perampasan terhadap pengendara sepeda motor marak. Pada awal Januari, aksi ini menewaskan dua pengendara sepeda motor. Korban dibacok pelaku. Aksi ini pun sangat menakutkan bagi masyarakat, terutama pada malam hari.

Guna mengantisipasi aksi begal itu, jajaran kepolisian khususnya di Polresta Depok tak mau kalah dengan penjahat. Pasalnya, para begal beraksi sadis dengan menggunakan senjata tajam (sajam) dan senjata api (senpi) untuk melumpuhkan korbannya. Akibat semakin beraninya para begal, Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Unggung Cahyono, menginstruksikan agar masing-masing polres segera membentuk tim khusus.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Martinus Sitompul, mengatakan, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono telah mengeluarkan intruksi kepada seluruh jajaran di 13 Polres di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi untuk bergerak cepat memburu begal motor. “Perintah ini untuk mengantisipasi kasus pencurian kendaraan bermotor,” kata Martinus, 
Ia menjelaskan, Polda Metro Jaya membentuk dua tim yang berasal dari Subdit Jatanras dan Subdit Reserse Mobile di Direktorat Reserse Kriminal Umum. Sementara masing-masing Polres diwajibkan membentuk satu tim.
Tim khusus itu guna menindak kejahatan perampasan motor di jalan raya. Kemudian, Kapolresta Depok, Komisaris Besar Ahmad Subarkah, pun membentuk tim elite pemburu begal motor yang dinamakan Jaguar atau Penjaga Gangguan dan Antikerusuhan.

Anggota Tim Khusus (Timsus) Jaguar ini diambil dari Polresta Depok dan dibantu personel polsek di wilayah Kota Depok. Tim ini juga di-back up dari tim khusus Polda Metro Jaya.

Komandan Timsus Jaguar Polresta Depok, Inspektur Dua Winam Agus, mengatakan tim Ja­guar difokuskan untuk melakukan pengungkapan dan penangkapan dalam kasus-kasus kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau begal motor yang sudah meresahkan masyarakat.

Apa harapan terbentuk nya Tim Khusus yang dimiliki Polisi Depok ini?

"Terbentuknya Timsus Jaguar diharapkan dapat menekan jumlah kejahatan curanmor atau kejahatan jalanan. Kami mengharapkan bantuan dari masyarakat untuk memberikan informasi terkait kejahatan curanmor dan selalu waspada saat mengendarai sepeda motor atau saat memarkirkan motornya,” ujar Winam Agus, Selasa (10/3).

Menurut Agus, Timsus Jaguar dibekali keterampilan khusus beladiri, kualifikasi tembak terbaik, serta keahlian lain dalam penangkapan aksi kejahatan jalanan. Jika dibutuhkan, tim ini juga mencegah tawuran antarwarga dan pelaku balap liar. “Kejahatan apa pun juga kami tangani,” katanya.

Siaga 24 Jam
Timsus Jaguar bersiaga selama 24 jam. Setiap anggotanya  dilengkapi mobil SUV dan motor trail saat melakukan patroli. Jika mendapat begal atau penjahat, tim ini tak segan-segan melumpuhkan pelaku, bahkan sesuai perintah tembak di tempat. Waktu patroli lebih ditingkatkan saat malam akhir pekan.

“Para begal motor biasanya mengincar pasangan yang sedang duduk-duduk menikmati waktu malam minggu,” tutur Agus.

Penampilan Timsus Jaguar ini mirip pasukan antiteror, yakni berpakaian lengkap serbahitam, rompi antipeluru, dan helm kevlar. Mereka menenteng senapan serbu laras panjang dan pistol. Mereka juga dilengkapi kacamata hitam dan topeng untuk melindungi identitas diri mereka. Agus menjelaskan, cara kerja Timsus Jaguar dalam beraksi di lapangan ialah mencari pelaku begal motor di Kota Depok.

Selain itu, Timsus Jaguar akan melakukan penggeledahan. Jika pemuda-pemudi sedang bergerombol menaiki sepeda motor dengan tak dilengkapi helm pada dini hari, tim ini akan menertibkan. “Ini shock therapy agar pelaku kejahatan mengurungkan niatnya. Syukur-syukur waktu itu juga sedang menemukan begal dan langsung ditangkap,” ucapnya.

Ia menambahkan, sebelum beraksi, Timsus Jaguar melakukan patroli di titik-titik rawan pembegalan, seperti di Jalan Juanda, Jalan Margonda Raya, Jalan Arif Rahman Hakim, Grand Depok City, dan Jalan Pekapuran. Bahkan, Timsus Jaguar harus bersembunyi di titik rawan tersebut agar tidak diketahui keberadaannya oleh para begal. “Kami mengendap saat terjadi pembegalan,” ucapnya.

Warga Kota Depok pun berharap pasukan misterius macan gunung ini bisa menangkap dan melumpuhkan para begal motor yang membuat mereka takut pulang malam hari.

“Kepolisian bekerja sama dengan Pemkot Depok dan masyarakat, terutama komunitas pengguna motor untuk meningkatkan pengawasan di wilayah-wilayah yang rawan. Kami perketat zona-zona rawan begal,” tuturnya. 

Dalam melakukan tugas negara nya Tim Khusus Jaguar ini selalu meminta restu dari Orang tua, Istri, dan anak-anak mereka yang selalu mendoakan.

"Sebelum kami menjalankan tugas negara kami selalu berdoa sebelum berpatroli untuk mengamankan kota depok agar tidak ada lagi tindak kejahatan yang meresahkan warga Depok," ungkap Ketua Jaguar tersebut.

Tim Khusus JAGUAR ini sekilas mirip dengan Anggota Brimob yang bersenjata lengkap, namun anggota Tim Jaguar ini gabungan dari unit SERSE, Intel, Sabhara, Bareskrim, dan Buser.

Untuk bergabung dengan Tim ini yang utama adalah Anggota Polri yang masih aktif dan berada di wilayah Kota Depok. Tidak sembarang Polisi yang masuk jadi anggota ini, karena anggota tim JAGUAR terlatih bela diri, ahli nembak, dan aktif dalam pengejaran di lapangan.

"Kami setiap minggu selalu latihan tembak di mako brimob kelapa 2 depok Inshaa Allah bisa menjaga diri dan warga Kota Depok" Ujar anggota Jaguar

Tim ini juga tidak menindak kasus kerusuhan dan pembegalan, tapi tim ini juga ikut serta dalam melakukan razia kendaraan, razia narkoba, razia balap liar dan mengamankan aksi demo massa

"Banyak masyarakat yang mendukung dan respect terhadap kami, ada satu kalimat yang membuat saya merasa bangga yaitu : "Tim Jaguar semoga bisa menjadi tim Elite seperti FBI yang Profesional dalam mengerjakan tugas negaranya," disitu saya merasa sangat bersemangat lagi untuk menjadi tim hebat di negara ini!," Ungkap Ipda Winam Agus 

 "Pengguna sepeda motor diminta untuk tidak berhenti di tempat-tempat sepi pada malam hari. Kalaupun terpaksa harus berhenti, pengendara diharuskan mencari lokasi yang ramai warga. "

Hal itu disarankan oleh Kepala Urusan Sub Bagian Humas Polres Kota Depok Ipda Bagus Suwandi kepada warga Depok yang resah dengan kabar mengenai begal sepeda motor yang menewaskan pemilik kendaraan.

Apabila ada warga yang menghadapi situasi mencurigakan, misalnya dipepet oleh pengguna sepeda motor lain yang tidak dikenal, Bagus menyarankan agar warga segera membunyikan klakson sepeda motor secara terus-menerus. 

"Kalau merasa ada yang hendak memepet kendaraan kita, klaksonnya ditekan terus. Tujuannya untuk menarik perhatian warga sekitar," kata Ipda Bagus Suwandi kepada Kompas.com

Dia juga mengimbau agar warga tidak perlu takut melewati Jalan Margonda dan Jalan Juanda pada malam hari. Dia mengaku, Polres Kota Depok sudah meningkatkan jumlah personel di dua kawasan tersebut.

"Warga tidak perlu takut karena polisi sudah menyebarkan anggota, baik yang berpakaian dinas maupun pakaian biasa di dua lokasi itu, ditambah beberapa lokasi lainnya yang kami nilai rawan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, dalam sebulan terakhir, dua perampokan terjadi di jalanan kawasan Depok dan menyebabkan korban tewas. Peristiwa terakhir terjadi di depan kampus BSI, Jalan Margonda, tak jauh dari terowongan gapura masuk Kota Depok pada Minggu (25/1/2015) dini hari. Adapun peristiwa sebelumnya terjadi di Jalan Juanda, tak jauh dari lokasi pembangunan Tol Cijago. 

Terdapat kemiripan dalam dua peristiwa perampokan jalanan di Depok. Korban yang menggunakan sepeda motor dipepet oleh empat orang yang menggunakan 2-3 sepeda motor, sebelum akhirnya dibunuh karena mencoba melakukan perlawanan. Sementara itu, sepeda motor korban beserta barang-barang lain dibawa kabur oleh pelaku.


Anggota Komisi III DPR RI yang membidangi Hukum, HAM dan Keamanan, Wenny Haryanto mengatakan pihak kepolisian akan melakukan antisipasi aksi begal motor di Kota Depok dengan cara yang sama dalam mengantisipasi pelaku teror atau aksi terorisme.
Penanganan begal motor dengan cara yang sama dengan aksi teroris ini terpaksa dilakukan karena Depok dianggap sudah dalam situasi dan status darurat begal.
"Pendatang yang dianggap berpotensi melakukan aksi begal motor di Depok akan diberlakukan cara sama seperti teroris. Treatment ini dilakukan mulai dari mengintai kegiatan dan aktifitas orang yang dianggap berpotensi melakukan aksi begal," kata Wenny kepada Warta Kota, Rabu (18/2/2015).
Menurut Wenny kepastian perlakuan yang sama antara begal motor dan teroris oleh Polresta Depok dipastikan dilakukan, setelah dirinya mengunjungi Mapolresta Depok, Selasa (17/2/2015).
Dalam kunjungan kerja perorangan sebagai anggota parlemen itu, Wenny juga memastikan bahwa anggaran pengamanan dari dana hibah APBN ke kota Depok akan ditambah.
"Dengan itu diharapkan penangana begal motor semakin baik lagi. Babinkamtibmas harus diperkuat. Misalnya setiap hari minimal 5 orang pendatang baru didata. Sehingga semuanya bisa dideteksi," kata Wenny yang merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Golkar.
Wakapolresta Depok AKBP Irwan Anwar mengaku tidak masalah bagi pihaknya melakukan antisipasi aksi begal dengan cara yang sama dengan teroris.
Menurut Irwan, pihaknya akan tetap fokus mengefektifkan kinerja terutama dalam memberantas kejahatan jalanan, termasuk begal motor. "Kami akan terus memberantas dan mencegah aksi kejahatan jalanan di Depok," katanya.
Menanggapi akan ditambahnya anggaran pengamanan di Depok secara khusus untuk memberantas aksi begal motor, Irwan mengaku menyambut baik hal itu dan memberi apreasiasi yang setinggi-tingginya atas Komisi III DPR RI yang peduli akan hal ini.
Selain polisi, seluruh klub motor di Depok juga bahu membahu mengatasi maraknya kasus perampasan atau begal sepeda motor. Salah satunya, dua pekan lalu Depok Tiger Club (Detic) ikut menggagalkan aksi pemuda yang diduga mencoba merampas sepeda motor di Jalan Juanda, Depok.
 
Anggota Detic yang juga Mantan Ketua Umum Detic, A Cakranada mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekira dua pekan lalu. Saat itu anggota Detic tengah berkumpul di dekat pintu tol Cijago, Jalan Juanda.
Tak lama mereka mendengar suara motor bertubrukan seperti kecelakaan. Rupanya saat itu anggota tim Jaguar Polresta Depok spesialis menangkap kejahatan jalanan berhasil menggagalkan upaya percobaan begal tersebut.
"Jadi seperti ada suara bruk, seperti tabrakan. Anggota kami sedang berkumpul langsung ke lokasi. Diduga memang pemuda itu berniat begal, lalu koordinasi dengan Tim Jaguar Polresta Depok, terus tertangkap satu orang kita duga akan melakukan begal," jelas pria yang akrab disapa Apang ini di Depok, Rabu 28 Januari 2015.
Apang menjelaskan, tak hanya Detic, namun seluruh klub motor juga bersama - sama mengantisipasi begal motor yang makin meresahkan masyarakat. Apang menuturkan sasarannya memang Jalan Juanda dan Jalan Margonda dimana klub mereka juga seringkali kopi darat di jalan tersebut.
"Sekarang di Depok ada namanya BIDAK singkatan dari Bikers Depok Anti Kekerasan yang sering ikut patroli di Depok, anggotanya dari seluruh Club dan Community di Depok. Karena pelakunya sampai sekarang masih meresahkan," paparnya.

http://www.depoklik.com/blog/tim-jaguar-disiagakan-polresta-depok-buru-begal/
http://www.sinarharapan.co/news/read/150311067/tim-jaguar-pasukan-khusus-pemburu-begal
http://megapolitan.kompas.com/read/2015/01/27/10295201/Dipepet.Begal.Motor.Ini.Tips.dari.Polisi.Depok
http://www.tribunnews.com/metropolitan/2015/02/18/cara-antisipasi-begal-motor-di-depok-sama-dengan-teroris
http://news.okezone.com/read/2015/01/29/338/1098696/cerita-klub-motor-tangkap-pelaku-begal-di-depok

Sabtu, 02 Januari 2016

Tata Cara Penulisan Ilmiah

Karya tulis ilmiah adalah serangkaian kegiatan penulisan yang didasarkan pada pengkajian atau penelitian ilmiah yang ditulis secara sistematis menggunakan bahasa prinsip-prinsip ilmiah. Seperti yang telah dituliskan di atas bahwa sebuah karya ilmiah dibuat berdasarkan sistematika penulisan, Sistematika atau kerangka karya tulis ilmiah umumnya terdiri atas 3 (tiga) bagian utama yaitu bagian awal atau pembuka, bagian batang tubuh/isi tulisan, dan bagian akhir.


Sistematika dalam Penulisan Ilmiah

1. Bagian awal atau pembuka menyajikan latar belakang masalah penulisan atau kajian, diikuti bagian permasalahan atau rumusan masalah, dan menyajikan maksud dan tujuan penulisan atau kajian.

2. Bagian batang tubuh tulisan merupakan bagian pembahasan tentang pokok tulisan dan permasalahannya dengan sistematika yang didasarkan pada kompleksitas suatu masalah yang disajikan.

3. Bagian akhir merupakan bagian simpulan yang harus mencakup gagasan utama yang dituangkan dalam isi tulisan. Bagian akhir atau simpulan merupakan jawaban atas masalah yang disertai saran atau rekomendasi dari hasil pembahasan. Ketiga bagian tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkandalam penulisan karya tulis ilmiah. 

Sistematika atau kerangka karya tulis ilmiah terdiri atas judul, lembar pengesahan, abstrak, kata pengantar, pendahuluan, landasan teori, analisa dan hasil atau perancangan dan implementasi, kesimpulan dan saran, daftar pustaka.

1. Judul 

Ditulis sesuai dengan cover depan Tulisan Ilmiah Standar Universitas

2. Lembar pengesahan 

Dituliskan Judul PI, Nama, NPM, Tanggal Sidang, Tanggal Lulus, dan tanda tangan pembimbing, Kasubag PI, serta Ketua Jurusan sesuai dengan jurusan masing-masing

3. Abstrak

Berisi ringkasan dari tulisan, maksimal 1 halaman saja, dalam bahasa indonesia dan bahasa inggris

4. Kata Pengantar

Berisikan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan dalam pelaksanaan penelitian tulisan ilmiah, yakni: rektor, dekan, ketua jurusan, kasubag PI, pembimbing, perusahaan, keluarga, rekan dll

5. Daftar Isi.

6. Daftar Tabel.

7. Daftar Gambar.

8. Daftar Lampiran.

9. Pendahuluan

Dicantumkan pada bab 1 yang berisi :

· Latar Belakang Masalah

Memuat fakta-fakta atau sebab yang relevan sebagai titik tolak dalam merumuskan masalah penulisan dan mengemukakan alasan penentuan masalah. 

· Perumusan Masalah

Menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan apa yang ingin dicari jawabannya. Perumusan masalah merupakan pertanyaan yang lengkap dan terperinci mengenai ruang lingkup permasalahan yang dibahas.

· Tujuan dan Manfaat

- Tujuan Penulisan : Menyebutkan secara spesifik maksud yang ingin dicapai dalam penulisan.

- Manfaat Penulisan : Kontribusi hasil penulisan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

· Metode Penelitian

Menjelaskan secara rinci setiap kegiatan yang dilakukan untuk menjawab tujuan yang sudah diuraikan pada bab1.

10. Landasan Teori

Menguraikan teori-teori yang menunjang tulisan/ penelitian (definisi, pengertian, dll), yang bisa diperkuat dengan menunjukan hasil penelitian sebelumnya, dicantumkan pada bab 2.

11. Analisa dan Hasil atau Perancangan dan Implementasi

Bagian ini dapat dipecah menjadi beberapa bab (misalnya bab 3 dan bab 4) tergantung kebutuhan : 

- Hasil Penelitian

Menguraikan hasil penelitian yang mencangkup semua aspek yang terkait dengan penelitian.

- Perancangan dan Implementasi

Menguraikan tentang perancangan dari aplikasi yang akan dibuat, dapat berupa tampilan rancangan layout input, output dan menguraikan bagaimana cara membuat aplikasi tersebut

12. Kesimpulan dan Saran

Berisi jawaban dari tujuan yang diajukan penulis pada bab 1, yang diperoleh dari penelitian. Sedangkan saran ditujukan kepada pihak-pihak yang terkait, sehubung dengan pengembangan. Biasanya dicantumkan pada bab 4 

13. Daftar Pustaka

Ketentuan dalam penulisan daftar pustaka adalah sebagai berikut :

o Tuliskan nama pengarang, judul karangan dan data tentang penerbitannya (tempat, penerbit dan tahun).

o Daftar pustaka disusun secara alfabetis tidak hanya huruf terdepannya tetapi juga huruf kedua dan seterusnya.

o Daftar pustaka diketik satu spasi dan jarak antara masing-masing pustaka adalah dua spasi.

o Huruf pertama dari baris pertama masing-masing pustaka diketik tepat pada garis tepi kiri tanpa ketukan (indensi) dan baris berikutnya digunakan indensi 7 karakter.

o Apabila nama pengarang sama dan judul berbeda, maka baris pertama harus diberi garis terputus-putus sebanyak 14 (empat belas) ketukan.

o Penulisan nama pengarang diawali dengan nama keluarga, kemudian namanya. Untuk dua atau tiga pengarang, nama pengarang kedua dan ketiga tidak perlu dibalik.

o Penulisan nama pengarang yang bermarga cina atau mandarin, ditulis apa adanya (tidak diindeks).

o Jika nama pengarang sama dalam dua tahun penerbitan berbeda, maka daftar pustaka disusun menurut urutan waktu (tahun).

o Nama pengarang sama, judul berbeda perlu diberikan garis sebanyak 14 ketukan.

o Sama sekali tidak boleh mencantumkan sumber referensi yang tidak pernah dibaca dan tidak boleh mencantumkan gelar.

o Dalam daftar pustaka/catatan kaki, tulisan yang bersumber dari majalah/ koran/makalah yang diberi garis bawah atau ditebalkan adalah nama majalah/korannya yang menerbitkan.

Contoh Penulisan Daftar Pustaka

1. Karya ilmiah/Tesis/Disertasi

a) Budiarto. Sebab-sebab dan Cara Pencegahan Labour Turnover di Pabrik Rokok Menara Sala. Skirpsi Sarjana (Tidak diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, 1972.

b) Swenson, Geoffrey C. The Effect of Increases in Rice Production on Employment and Income Distribution in Thanjavur District, South India. Unpublished Ph.D. Disertation. Minchigan: Minchigan University, 1973.

2. Internet

Spiszer, John M. Leadership and Combat Motivation: The Critical Task. 1999. http://www.cgsc.army.mil /milrev/english/MayJun99/Spiszer.htm. (Diakses tanggal 12 September 1999).



Teknik Penulisan Laporan Karya Ilmiah

1. Bahan dan Teknik Pengetikan

1. Kertas

· Kertas yang digunakan untuk menulis karya ilmiah adalah kertas HVS 80 gram berukuran A4 (21,0 cm x 29,7 cm).

· Sampul (kulit luar) berupa soft cover dari bahan buffalo atau linen pada saat ujian karya ilmiah dan hard cover setelah ujian (revisi) dan dinyatakan lulus dengan warna magenta.

· Pembatas antara bab yang satu dengan bab lainnya diberikan pembatas kertas doorslag warna magenta berlogo Universitas Negeri.

2. Jenis Huruf

· Naskah karya akhir menggunakan jenis huruf yang sama, dari awal sampai akhir, yaitu Times New Roman, ukuran font 12, kecuali judul bab digunakan ukuran font 14 dan footnote dengan ukuran font 9.

· Huruf tebal digunakan untuk judul bab, sub bab, tabel, gambar dan lampiran.

· Huruf miring dapat digunakan untuk tujuan tertentu, misalnya istilah/kata dalam bahasa asing, atau kata yang ingin ditekankan.

3. Margin

Batas pengetikan dari tepi kertas untuk naskah karya ilmiah adalah sebagai berikut :

· Tepi atas 4 cm

· Tepi bawah 3 cm

· Tepi kiri 4 cm

· Tepi kanan 3 cm

4. Format

· Setiap judul bab dan judul lembaran dimulai halaman baru diketik dengan huruf kapital diletakkan di tengah (centering) bagian atas halaman.

· Sub bab diketik di pinggir sisi kiri halaman dengan menggunakan huruf kecil tebal kecuali huruf pertama pada setiap kata diketik dengan huruf kapital.

· Setiap alinea baru, kata pertama diketik masuk ke kanan setelah ketukan ketujuh atau mulai pada ketukan delapan.

· Tabel dalam teks disertai nomor tabel dan judul tabel diketik dengan huruf “T” kapital seperti Tabel II.1, berarti tabel Bab II yang pertama dan seterusnya serta penempatannya di atas tabel. 

· Gambar dalam teks disertai nomor gambar dan judul gambar diketik dengan huruf “G” kapital seperti Gambar III.1, berarti gambar Bab III yang pertama dan seterusnya serta ditempatkan di bawah gambar.

· Penulisan lambang atau simbol sebaiknya menggunakan fasilitas program perangkat lunak komputer. Sedangkan satuan dan singkatan yang digunakan hanya yang lazim dipakai dalam disiplin ilmu masing-masing seperti: 100 C; kg; 12 ppm; ml; dan sebagainya.

· Istilah asing yang dalam teks dicetak miring(Italic) misalnya: et al.; ibid; supply; centring; dan sebagainya.

· Setelah tanda koma, titik koma, dan titik dua diberi jarak satu ketukan dan sebelumnya tidak perlu diberi spasi.

· Pemutusan kata harus mengikuti kaedah bahasa Indonesia yang baku dan benar.

5. Spasi 

· Jarak antara baris dalam teks adalah dua spasi, kecuali kalimat judul, sub judul, sub bab, judul tabel, dan judul gambar serta judul lampiran adalah satu setengah spasi.

· Jarak antara judul bab dengan teks pertama isi naskah atau antara judul bab dengan sub bab adalah empat spasi.

· Abstrak/abstract diketik dengan jarak satu spasi; judul abstract dan seluruh teksnya diketik dengan huruf miring (Italic).

· Jarak spasi sumber referensi dalam Daftar Pustaka satu spasi kecuali jarak spasi antara sumber pustaka.

· Jarak baris pada kata pengantar, daftar isi dan daftar tabel maupun gambar 2 (dua) spasi.

2. Penomoran Halaman

1. Halaman Bagian Awal

Bagian awal karya ilmiah diberi nomor halaman dengan menggunakan angka Romawi kecil (i, ii, iii, dan seterusnya) ditempatkan pada posisi tengah bawah halaman yang dimulai dari judul dalam (sesudah sampul) sampai dengan halaman Riwayat Hidup. Halaman judul dan halaman persetujuan tidak diberi nomor, tetapi diperhitungkan sebagai halaman i dan ii yang tidak perlu diketik.

2. Halaman Utama

Penomoran mulai dari Bab Pendahuluan sampai dengan Bab Kesimpulan dan Saran menggunakan angka Arab (1, 2, 3 dst.) dan setiap judul bab nomor diletakkan pada bagian tengah bawah dan halaman berikutnya diletakkan sudut kanan atas dengan jarak tiga spasi. Penomoran bukan bab dan sub bab menggunakan angka Arab dengan tanda kurung misalnya: 1), 2) atau (1), (2), dst.

3. Halaman Bagian Akhir

Penomoran pada bagian akhir karya ilmiah mulai dari Daftar Pustaka sampai dengan Riwayat Hidup menggunakan angka Arab yang diketik pada marjin bawah persis di tengah-tengah dengan jarak tiga spasi dari marjin bawah teks, dan halaman selanjutnya diketik sebelah kanan atas dengan jarak tiga spasi dari pinggir atas (baris pertama teks) lurus dengan marjin kanan teks.

SUMBER:
http://roeslanakbar.blogspot.co.id/2015/04/tata-cara-penulisan-ilmiah.html
http://celotehanbiasa.blogspot.co.id/

Sabtu, 07 November 2015

Kutipan, Catatan kaki, dan Daftar pustaka

Kutipan

Pengertian:
Kutipan, sebuah kata yang mungkin semua orang belum mengetahui maksudnya apa. Disini saya akan mengulas sedikit mengenai kutipan. Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.

Tujuan:
Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut. Dengan demikian kutipan memiliki fungsi sebagai:
a. landasan teori
b. penguat pendapat penulis
c. penjelasan suatu uraian
d. bahan bukti untuk menunjang pendapat itu

Fungsi Kutipan
Kutipan memiliki fungsi tersendiri. Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut :
1) Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
2) Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
3) Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
4) Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
5) Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
6) Meningkatkan estetika penulisan.
7) Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang terkait dengan data pustaka.

Berdasarkan fungsi di atas seorang penulis harus memperhatikan hal-hal berikut:
1) penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
2) penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
3) kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
4) jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
5) penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung
6) perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan

Jenis Kutipan

a. Kutipan langsung:
Kutipan Langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya,tidak boleh ada perubahan.Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].

b. Kutipan tidak lansung ( Kutipan Isi )
Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.

d. Kutipan pada catatan kaki
Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu singkat saja. Kutipan diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks asli.

e. Kutipan atas ucapan lisan
Kutipan harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya (bila pembicara seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai kutipan langsung atau kutipan tidak langsung.

f. Kutipan dalam kutipan
Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat lagi kutipan.

g. Kutipan langsung pada materi
Kutipan langsung dimulai dengan materi kutipan hingga penghentianterdekat (dapat berupa koma, titik koma, atau titik) disusul dengan sisipan penjelas siapa yang berbicara.Contoh:
“Jelas,” kata Prof. Haryati, “kosa kata bahasa Indonesia banyak mengambil dari kosa kata bahasa Sansekerta.”


Catatan kaki

Pengertian:
Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.


Cara Penulisan Catatan Kaki

Cara penulisan catatan kaki memiliki beberapa aturan yang harus diperhatikan. Hal ini diterapkan agar penggunaan catatan kaki tersebut memang benar-benar berguna dan mudah dimerngeti. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tata cara penulisan catatan kaki:

1. Catatan kaki harus dipisahkan oleh sebuah garis yang panjangnya empat belas karakter dari margin kiri dan berjarak empat spasi dari teks.
2. Catatan kaki diketik berspasi satu.
3. Diberi nomor.
4. Nomor catatan kaki diketik dengan jarak enam karakter dari margin kiri.
5. Jika catatan kakinya lebih dari satu baris maka baris kedua dan selanjutnya dimulai seperti margin teks biasa (tepat pada margin kiri).
6. Jika catatan kakinya lebih dari satu maka jarak antara satu catatan dengan catatan yang lainnya adalah sama dengan jarak spasi teks.
7. Jarak baris terakhir catatan kaki tetap 3 cm dari pinggir kertas bagian bawah.
8. Keterangan yangpanjang tidak boleh dilangkaukan ke halaman berikutnya. Lebih baik potong tulisan asli daripada memotong catatan kaki.
9. Jika keterangan yang sama menjadi berurutan (misalnya keterangan nomor 2 sama dengan nomor 3, cukup dituliskan kata ibid daripada mengulang-ngulang keterangan catatan kaki.
10. Jika ada keterangan yang sama tapi tidak berurutan, berikan keteranganop.cit., lih [x] [x] merupakan nomor keterangan sebelumnya.
11. Jika keterangan seperti opcit tetapi isinya keterangan tentang artikel, gunakan loc.cit.
12. Untuk keterangan mengenai referensi artikel atau buku tertentu, penulisannya mirip daftar pustaka, tetapi nama pengarang tidak dibalik.
13. Sumber yang lengkap tercantum di dalam daftar kepustakaan. Untuk skripsi/teks sumber dinyatakan dalam bentuk catatan kaki.
14. Jika buku, majalah, atau surat kabar ditulis oleh dua atau tiga orang, nama pengarang dicantumkan semua.
15. Jika sumbernya berasal dari internet: Nama depan dan belakang penulis, “Judul dokumen,” nama website, alamat web komplit, tanggal dokumen tersebut di download.
16. Pengarang yang lebih dari tiga orang, ditulis hanya nama pengarang pertama, lalu di belakangnya ditulis et al., atau dkk.
17. Nama pengarang ditulis menurut urutan nama aslinya. Pangkat atau gelar seperti Prof., Dr., Ir., dan sebagainya tidak perlu dicantumkan.
18. Judul buku digaris bawah jika diketik dengan mesin ketik atau dicetak miring jika diketik dengan komputer.


Jenis-Jenis Catatan Kaki

Ada dua jenis catatan kaki yang biasa digunakan dalam penulisan karya ilmiah, yaitu:
Catatan Kaki Lengkap ditulis lengkap dengan mencantumkan nama pengarang, judul buku, nama, atau nomor seri (jika ada), jumlah jilid (jika ada), nomor cetakan, nama penerbit, tahun terbit, dan nomor halaman.
Catatan Kaki Singkat ditulis singkat dan terdiri dari 3 macam yaitu:
Ibid. (Singkatan dari Ibidum, artinya sama dengan di atas), untuk catatan kaki yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya. Ditulis dengan huruf besar, digarisbawahi, diikuti titik (.) dan koma (,) lalu nomor halaman.
Op.cit. (Singkatan dari opere citato, artinya dalam karya yang telah dikutip), dipergunakan untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip, tetapi telah disisipi catatan kaki lain dari sumber lain. Urutannya : nama pengarang, op.cit nomor halaman.
Loc.cit. (Singkatan dari. loco citato, artinya tempat yang telah dikutip), seperti di atas tetapi dari halaman yang sama : nama pengarang loc.cit (tanpa nomor halaman).



Daftar pustaka

1) Pengertian Daftar Pustaka
Daftar pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi yang kita pakai untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah. Daftar Pustaka biasanya berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan (contohnya: thesis). Melalui daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan, para pembaca dapat melihat kembali pada sumber aslinya.

2) Unsur-unsur Daftar Pustaka
Unsur-unsur yang harus kita perhatikan dalam menulis daftar pustaka diantaranya: nama pengarang, penerjemah, tahun terbit, judul buku, kota terbit, dan penerbit. Selain itu ada pula unsur-unsur yang bisa ada namun tak selalu ada, misalnya: nama editor atau penyunting, jilid buku, edisi buku, dan anak judul. Disebut tak selalu ada karena tak semua buku memiliki unsur-unsur ini.

Yang sering membingungkan kita dalam menulis daftar pustaka diantaranya adalah cara menuliskan nama pengarang. Pada daftar pustaka, nama pengarang kita tuliskan terbalik yaitu nama belakang terlebih dahulu di ikuti tanda koma(,) baru nama depannya. Berikut ini tata cara membalikan nama pengarang dalam daftar pustaka:
Nama belakang ditulis lebih dahulu daripada nama depan, meskipun bukan merupakan nama keluarga.Misalnya: Dewi Rieka…………..> ditulis sebagai: Rieka, Dewi.
Nama belakang yang bagian akhirnya berupa singkatan tidak diletakkan di bagian depan pembalikan.Misalnya: Triani Retno A ………………> ditulis sebagai: Retno A, Triani dan bukan A, Triani Retno
Nama yang mencantumkan gelar tradisi, maka nama yang diletakkan di depan dalam pembalikan adalah nama yang tercantum setelah gelar.Misalnya: Rahman Sutan Radjo ………………..> ditulis sebagai: Rajo, Rahman Sutan
Nama yang mencantumkan kata bin atau binti, maka yang dicantumkan di depan dalam penulisan daftar pustaka adalah nama yang tercantum setelah kata bin atau binti tersebut.Misalnya: Siti Nurhaliza binti Rustam ……………..> ditulis sebagai: Rustam, Siti Nurhaliza binti
Nama pengarang memiliki nama majemukMisalnya: Hillary Rodham-Clinton ………………………> ditulis sebagai: Rodham-Clinton, Hillary dan bukan Clinton, Hillary Rodham.
Nama keluarga berada di bagian depan nama seperti nama-nama orang Cina, maka tidak perlu ada pembalikan nama dalam penulisan daftar pustaka. Misalnya: Wong Kam Fu ………..> ditulis sebagai: Wong, Kam FuKecuali jika mencantumkan nama Barat, maka asas pembalikan nama ini tetap berlaku. Misalnya: Michelle Yeoh ………….> ditulis sebagai: Yeoh, Michelle
Penulisan nama-nama pengarang dari Eropa yang memiliki kata depan, kata sandang, atau perpaduannya juga memiliki peraturan tersendiri dalam penulisan daftar pustaka. Misalnya nama-nama Italia yang nama keluarganya didahului dengan awalan, maka kata utama ada pada awalan tersebut. Misalnya: Leonardi Di Caprio …………………> ditulis sebagai: Di Caprio, LeonardoAkan tetapi, nama-nama Italia yang nama keluarganya berawalan d’ de, de’, degli, dei, dan de li, maka kata utama ada nama setelah awalan itu. Misalnya: Lorenzo d’Montana …………> ditulis sebagai: Montana, Lorenzo d’

3) Jenis-jenis Daftar Pustaka
#Kelompok Textbook
a. Penulis perorangan
b. Kumpulan karangan beberapa penulis dengan editor
c. Buku yang ditulis / dibuat oleh lembaga
d. Buku terjemahan

# Kelompok Jurnal
a. Artikel yang disusun oleh penulis
b. Artikel yang disusun oleh lembaga
c. Kelompok makalah yang diresentasikan dalam seminar / konferensi /
simposium

# Kelompok disertasi / tesis

# Kelompok makalah / informasi dari Internet

4) Teknik Penulisan Daftar Pustaka
Dalam penulisan daftar pustaka kita juga harus memperhatikan hal-hal berikut ini.
Daftar pustaka disusun berdasarkan urutan alfabet, berturut-turut dari atas ke bawah, tanpa menggunakan angka arab (1,2,3, dan seterusnya).
Cara penulisan daftar pustaka sebagai berikut:
-Tulis nama pengarang (nama pengarang bagian belakang ditulis terlebih dahulu, baru nama depan)
-Tulislah tahun terbit buku. Setelah tahun terbit diberi tanda titik (.)
-Tulislah judul buku (dengan diberi garis bawah atau cetak miring). Setelah judul buku diberi tanda titik (.).
-Tulislah kota terbit dan nama penerbitnya. Diantara kedua bagian itu diberi tanda titik dua (:). Setelah nama penerbit diberi tanda titik
-Apabila digunakan dua sumber pustaka atau lebih yang sama pengarangnya, maka sumber dirilis dari buku yang lebih dahulu terbit, baru buku yang terbit kemudian. Di antara kedua sumber pustaka itu dibutuhkan tanda garis panjang.
Untuk penulisan daftar pustaka yang berasal dari internet ada beberapa rumusan pendapat :
– Menurut Sophia (2002), komponen suatu bibliografi online adalah:
• Nama Pengarang• Tanggal revisi terakhhir• Judul Makalah• Media yang memuat• URL yang terdiri dari protocol/situs/path/file• Tanggal akses. – Menurut Winarko memberikan rumusan pencantuman bibliografi online di daftar pustaka sebagai berikut: Artikel jurnal dari internet: Majalah/Jurnal Online
Penulis, tahun, judul artikel, nama majalah (dengan singkatanresminya), nomor, volume, halaman dan alamat website.*) Nama majalah online harus ditulis miring

Artikel umum dari internet dengan nama
Penulis, tahun, judul artikel, [jenis media], alamat website (diakses tanggal …).*) Judul artikel harus ditulis miring.

Artikel umum dari internet tanpa nama
Anonim, tahun, judul artikel, [jenis media], alamat website (diakses tanggal …).*) “Anonim” dapat diganti dengan “_____”. Judul artikel harus ditulis miring.




Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Catatan_kaki
http://www.maribelajarbk.web.id/2015/03/pengertian-dan-contoh-catatan-kaki.html
http://www.academia.edu/8933175/makalah_kutipan